Statistika Pendidikan
Selamat datang, Silakan pilih modul LKM.
Uji beda dua rata-rata berpasangan (Sebelum & Sesudah)
Uji beda dua rata-rata saling bebas (Grup A & Grup B)
Seorang guru ingin mengetahui apakah metode pembelajaran baru meningkatkan nilai ujian siswa. Data dari 5 siswa diambil sebelum dan sesudah penerapan metode ($\alpha = 0.05$).
Langkah 1: Hipotesis
$$H_0: \mu_d \le 0$$ (Tidak ada peningkatan)| Siswa | Sebelum ($X_1$) | Sesudah ($X_2$) | Beda ($d = X_2 - X_1$) |
|---|---|---|---|
| 1 | 70 | 78 | 8 |
| 2 | 75 | 80 | 5 |
| 3 | 68 | 75 | 7 |
| 4 | 80 | 85 | 5 |
| 5 | 72 | 82 | 10 |
| Rata-rata ($\bar{d}$) | 7.0 | ||
Langkah 2 & 3: Statistik Uji & Nilai Kritis
Simpangan baku beda ($s_d$) = $2.12$Menurut Statistics by Jim, nilai kritis (Critical Value) mendefinisikan batas area penolakan (Critical Region). Untuk uji 1 arah ($\alpha=0.05$, $df=4$), batas kritisnya adalah 2.132.
| Data ke- | Sebelum ($X_1$) | Sesudah ($X_2$) |
|---|---|---|
| 1 | ||
| 2 | ||
| 3 | ||
| 4 | ||
| 5 |
Berdasarkan data yang Anda masukkan, lengkapi perhitungan berikut:
1. Rata-rata beda ($\bar{d}$) =
2. Simpangan baku beda ($s_d$) =
3. Nilai t-hitung =
4. Untuk $\alpha=0.05$ (uji 1 arah), t-tabel (kritis) = 2.132. Karena t-hitung berada area penolakan, maka keputusannya adalah $H_0$.
5. Kesimpulan akhir:
Membandingkan rata-rata nilai kelas dengan Model Pembelajaran A (n=12) dan Model B (n=10). Diasumsikan varians kedua kelas sama. Uji Dua Arah (Two-tailed), $\alpha = 0.05$.
Data Ringkasan:
Kelas A: $n_1=12$, $\bar{X}_1 = 82$, $s_1^2 = 20$Langkah 2: Varians Gabungan ($S_p^2$)
$$S_p^2 = \frac{(n_1-1)s_1^2 + (n_2-1)s_2^2}{n_1+n_2-2}$$ $$S_p^2 = \frac{(11)(20) + (9)(25)}{12+10-2} = \frac{220 + 225}{20} = 22.25$$Langkah 3: t-hitung & Nilai Kritis
$$t = \frac{\bar{X}_1 - \bar{X}_2}{\sqrt{S_p^2(\frac{1}{n_1} + \frac{1}{n_2})}} = \frac{82 - 76}{\sqrt{22.25(0.083 + 0.1)}} = \frac{6}{2.01} = 2.98$$Sesuai Statistics by Jim, untuk uji dua arah ($\alpha=0.05$), probabilitas dibagi dua ke kedua ekor (masing-masing 0.025). Dengan $df=20$, nilai kritisnya adalah $\pm 2.086$.
Lengkapi perhitungan uji t independen berdasarkan data Anda:
1. Rata-rata Grup A ($\bar{X}_A$) =
2. Rata-rata Grup B ($\bar{X}_B$) =
3. Varians Grup A ($s_A^2$) =
4. Varians Grup B ($s_B^2$) =
5. Varians Gabungan ($S_p^2$) =
6. Nilai t-hitung =
7. Untuk uji dua arah ($\alpha=0.05, df=20$), nilai kritis adalah $\pm 2.086$. Keputusan: $H_0$.
8. Kesimpulan akhir: